Rabu, 30 Juni 2010

Nelayan Madura Enggan Melaut Karena Ombak Besar


Salli Nawali

Warga nelayan di Sampang, Madura, Jawa Timur.


Liputan6.com, Sampang: Cuaca buruk terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur. Kondisi ini membuat para nelayan enggan melaut. Mereka hanya menambatkan perahu di sekitar Pantai Camplong, baru-baru ini.

Tak banyak yang bisa dilakukan nelayan, di saat cuaca buruk seperti ini. Sebagian besar dari mereka memanfaatkan waktu dengan memperbaiki perahu.

Menurut nelayan, perahu mereka kurang besar untuk menghadapi ombak besar. Jika ada yang nekat melaut, biasanya tidak banyak mendapat ikan. Mereka hanya bisa menjaring ikan dalam ukuran kecil.(ULF)
Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Minggu, 13 Juni 2010

Suramadu Belum Mendongkrak Ekonomi Jatim

SURABAYA(Pos Kota)-Hasil evaluasi sementara Pemprov Jatim menyebutkan, keberadaan jembatan Suramadu (Surabaya – Madura) yang diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 10 Juni 2009 lalu masih belum bisa pendukung pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA).
Khususnya obyek wisata yang banyak tersebar di Pulau garam itu.
“Potensi yang luar biasa itu masih menjadikan wilayah Madura terbilang sebagai yang tertinggal dibanding wilayah Jatim yang lain. Padahal keberadaan Suramadu merupakan kesempatan untuk menjadikan Madura maju,” ungkap Sekdaprov Jatim Rasio,kemarin.

Kata dia, apabila Pemkab di wilayah Madura mau memanfaatkan Jembatan Suramadu secara luas maka mempunyai kemungkinan sangat besar mendongkrak PAD-nya.

Salah satu langkahnya melalui potensi pariwisatanya yang apabila dikelola dengan tepat bisa menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun turis asing.

“Obyek-obyek wisata selain karapan sapi, masih banyak yang bisa dijual seperti pantai Slopeng, pantai Lombang, Makam Asta Tinggi juga kerajinan batiknya yang semuanya itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Rasio.

Ia juga berharap khususnya Pemkab Bangkalan sebagai wilayah yang ditempati kaki jembatan Suramadu agar memanfaatkan sebaik mungkin dengan menata para PKL yang ada di sekitar pejalan kaki jembatan.

“Andai keberadaan PKL tersebut ditertibkan maka alangkah indahnya wilayah disekitar situ. Sebab wilayah tersebut merupakan gerbangnya Jembatan di sisi Madura,” katanya.

Rasio juga mengakui untuk mengembangkan kawasan wisata di wilayah Madura tidaklah mudah karena perlu kesiapan SDM, promosi dan dukungan sarana pengembangan lainnya.

“Hal ini perlu rancangan juga persamaan visi, kesamaan pandang yang terintegrasi antara Pemprov. Jatim dengan empat Kabupaten di Madura maupun Lembaga terkait sehingga keberadaan jembatan Suramadu betul-betul bisa dimanfaatkan untuk merubah SDA di Madura,” tandasnya.



Sabtu, 29 Mei 2010 - 11:51 WIB
| More Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Kecelakaan Laut, Kapal Roro PT. Jembatan Madura Karam

Kapal Royal Nusantara karam di Pulau Kandang Lunik Perairan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (24/5/2010). Kerusakan di bagian kemudi kapal menjadi penyebab utama karamnya kapal ini.
TERKAIT:

* Pagi Ini Penumpang Merak Meningkat 7.000 Orang
* Tiga Roro dan Lima Kapal Cepat Tidak Beroperasi
* Tiga Kapal Roro Masih Rusak
* Kapal Roro Mogok di Tengah Laut

KALIANDA, KOMPAScom - Kapal rolling on rolling off (roro) Royal Nusantara, Senin (24/5/2010), karam di Pulau Kandang Lunik Perairan Bakauheni, Lampung Selatan. Dugaan sementara, kerusakan di bagian kemudi kapal menjadi penyebab utama karamnya kapal ini.

Kapal milik PT Jembatan Madura Ferry (JMF) ini bertolak dari dermaga III Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 10.45 WIB. Saat di sekitar Pulau Kandang Lunik pukul 11.00 WIB, tiba-tiba kapal berbelok dan kandas terkena karang-karang laut yang keras di sekitar pulau tersebut.

Seluruh awak kapal termasuk nahkoda kapal, Kasmo, berusaha mengevakuasi kapal buatan tahun 1992 itu. Akhirnya, pukul 11.30 WIB kapal bisa keluar dan kembali ke dermaga IV Bakauheni untuk evakuasi muatan. Dan tepat pada 12.00 WIB seluruh penumpang dan kendaraan berhasil dievakuasi.

Menurut Kepala Cabang PT JMF, FX Martoyo, penyebab sementara kandasnya kapal akibat kerusakan haluan kapal. "Kondisi penumpang semuanya selamat," katanya.

Total penumpang sebanyak 195 orang, terdiri dari 185 penumpang dewasa dan 10 anak-anak.
Jumlah kendaraan yang diangkut 55 unit, terdiri dari 21 sepeda motor, 12 sedan, 4 truk sedang, 6 truk besar, 4 bus berukuran besar dan 8 truk tronton. Sedangkan jumlah ABK diperkirakan 35 orang.

Pihak Administrator Pelabuhan Bakauheni saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kandasnya kapal. "Kami masih menyelidiki jadi belum bisa menjelaskan. Tapi yang jelas kondisi gelombang, angin, dan cuaca bagus untuk pelayaran," kata Samsul Rizal, petugas Adpel.

Ia menjelaskan, penyelidikan lainnya untuk mencari tahu kondisi lambung bawah kapal. Sebab bisa dimungkinkan ada kebocoran lantaran Pulau Kandang Lunik pantainya dikelilingi karang yang keras.

Menurut Kholil, penumpang tujuan Jawa Barat, saat kapal kandas tidak terjadi sesuatu di dalam kapal. "Hanya terdengar getaran dan kapal langsung berhenti. Pokoknya cuma terdengar grek-grek-grek terus kapal berhenti, lalu kami diberitahu kalau kapal kandas," katanya.

Meski demikian, tidak terjadi kepanikan pada penumpang kapal. "Memang ada pemberitahun kalau kapal kandas dan kemungkinan ada evakuasi, tapi kami biasa saja," kata Suripno, penumpang tujuan Jakarta.

Senin, 24 Mei 2010
Tribun Lampung/Tri Yulianto
(Tri Yulianto) Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Kerapan Sapi Salah Satu Dari Budaya Madura

Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Mengenal Lebih Dekat Pramugari Kapal Dermaga Ujung-Kamal

Belajar Keras Ucapkan Salam Bahasa Madura

Tidak semua penyedia jasa penyeberangan laut menyiapkan pramugari kapal. Namun, keberadaan para perempuan cantik itu berhasil menarik perhatian. Bagaimana mereka?

DHIMAS GINANJAR

---

Di Surabaya, salah satu penyedia jasa penyeberangan yang melengkapi kapalnya dengan pramugari adalah PT Dharma Lautan Utama. Saat naik kapal, penumpang akan mendapatkan salam khas bahasa Madura. "Selamet pagi de' tamoe se' khaule molje agi. Khaule adhebu slamet rabhu e pon panjenengan e KMP Wicitra Dharma."

Dalam bahasa Indonesia, salam itu kurang lebih berarti "Selamat pagi, para tamu yang terhormat. Selamat datang untuk Anda semua di KMP Wicitra Dharma".

Salam tersebut terdengar nyaring di telinga penumpang yang bertolak dari atau menuju Dermaga Ujung, Surabaya. PT Dharma sengaja membuat salam khusus bahasa lokal hanya untuk penyeberangan Ujung-Kamal. Jalur penyeberangan lain, seperti Merak-Bakauheni atau Ketapang-Gilimanuk, tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Seorang pramugari bernama Kiki Wijaya kemarin bertugas mengucapkan salam itu dari mini theatre room dek lantai 3. Pelafalannya fasih meski dia bukan putri Madura. "Sekitar dua minggu saya menghafalnya," ujar gadis asal Banyuwangi tersebut.

Kiki menyatakan berjuang benar agar bisa fasih berbahasa Madura sejak 2008. Dia berlatih di kantor, tapi praktik langsung berbicara dengan penumpang kapal asal Pulau Garam. Cleaning service kapal pun diajaknya berbahasa Madura sekaligus jadi penerjemah jika Kiki mengalami kesulitan.

Pengalaman berbeda muncul dari Ella Pratiwi. Pramugari asal Banten yang kemarin menyambut tamu masuk dari tangga kapal itu mengungkapkan butuh waktu tiga minggu untuk menghafal salam dalam bahasa Madura. Satu pertanyaan awal yang tidak akan pernah dilupakan gadis kelahiran Banten 26 September 1988 tersebut terkait dengan jedhing.

Ya, kata yang berarti toilet atau kamar mandi itu memaksa Ella meminta bantuan penerjemah.

Bagi Ella, perbedaan bahasa bukanlah penghalang besar untuk menjadi pramugari kapal. Sebab, senyum terkadang bisa berarti lebih daripada bahasa verbal. Itu terbukti saat dirinya membantu nenek-nenek yang membawa banyak barang naik tangga kapal.

Setelah selesai menuntun, dia mendapatkan kecupan dari sang nenek. "Mator sekalangkong, ayu... ayu...," kenangnya. Dia tahu nenek tersebut hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Madura. Itu terlihat jelas saat Ella merasakan genggaman kuat di tangannya. Saat itu dia hanya bisa memasang senyum termanis untuk sang nenek. Nenek tersebut lantas mengelus pipinya.

Meski hampir dua tahun menjadi pramugari, gadis lulusan SMA 2 Krakatau Steel Banten itu mengakui belum bisa bahasa Madura selain salam. Itulah yang membuatnya kembali hanya bisa tersenyum ketika ada penumpang yang ngerasani dia dalam bahasa Madura. Memang, rasan-rasan itu menjadi santapan sehari-hari para pramugari. Maklum, bagi penumpang laki-laki, bisa saja keberadaan pramugari yang cantik-cantik menjadi daya tarik tersendiri.

Kadang dia mengalami hal menyebalkan. Misalnya disiuli atau dijahili laki-laki. Jika sudah merasa tidak nyaman, biasanya Ella memilih menghindar dengan mengucapkan maaf lebih dulu. "Kami juga butuh keamanan. Karena itu, sekuriti, pengawas, dan kapten akan waspada juga kalau ada penumpang jahil," timpal Kiki.

Namun, kadang Ella atau Kiki suka tertawa sendiri saat melihat tingkah laku para pengguna jasa kapal. Khususnya penumpang laki-laki yang kerap mencuri-curi foto mereka. Ada saja kelakuannya, seperti duduk di sampingnya, lantas minta foto bersama. Atau berdiri di samping dan temannya langsung memotret. "Ada juga yang seperti memanggil. Begitu noleh, langsung difoto. Padahal, tinggal ngomong, kan saya bisa pose dulu," ucap Ella lantas tertawa. (c9/roz)

[ Jawa Pos 13 Juni 2010 ] Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Nasib Penyeberangan Ujung-Kamal

Setelah Tol Suramadu diresmikan pada Juni 2009 dan tarif yang dikenakannya lebih murah 50 persen dari tarif penyeberangan Ujung-Kamal, maka seketika itu volume penyeberangan Ujung-Kamal turun drastis sampai 70 persen.

Tidak ingin penyeberangan Ujung-Kamal, yang telah dengan setia selama 35 tahun melayani penyeberangan masyarakat Pulau Madura dan Pulau Jawa bagian Jawa Timur, mati serta tenggelam ditelan kemeriahan dan kemegahan Tol Suramadu maka keberadaan penyeberangan Ujung-Kamal perlu dipertahankan.

Untuk itu telah dilakukan upaya-upaya mempertahankan keberlanjutan penyeberangan Ujung-Kamal dengan cara melakukan penyesuaian atau penurunan tarif penyeberangan Ujung-Kamal melalui Pergub No 18 Tahun 2009. Hasilnya, kinerja operasional rata-rata harian (volume) di Dermaga Ujung yang dihitung per 26 April 2010 pukul 00.00 mengalami peningkatan.

Namun, peningkatan kinerja operasional tersebut besarannya tidak sesuai dengan besaran kenaikan finansial. Kendaraan roda empat (R4) volumenya naik 118,4 persen, tetapi kenaikan finansialnya hanya 2 persen. Ini terjadi karena penurunan tarifnya R4 terlalu besar, yaitu rata-rata 48,6 persen. Sementara kendaraan R4 yang mengalami peningkatan volume terbesar adalah golongan V (kendaraan sedang) baik penumpang maupun barang.

Bahkan untuk kendaraan R4 golongan VI (bus besar) baik penumpang maupun barang yang volumenya mengalami kenaikan 94,1 persen dan 75 persen, ternyata kinerja finansialnya masih mengalami penurunan atau minus sebesar 25,3 persen untuk penumpang dan minus 2 persen untuk barang. Oleh sebab itu, untuk kendaraan R4 golongan VI baik penumpang maupun barang, perlu perhatian khusus agar operator kapal penyeberangan tidak mengalami kerugian terus-menerus atau minimal harus mencapai break event point (BEP). Untuk itu, diperlukan kenaikan volume rata-rata untuk kendaraan R4 golongan VI adalah sebesar 200 persen.

Mengejar BEP

Agar operator kapal penyeberangan Ujung-Kamal tetap beroperasi, maka kepada operator kapal perlu diupayakan minimal pada posisi BEP atau tidak merugi dengan kenaikan volume kendaraan R4 golongan VI sebesar 200 persen. Perlu terobosan-terobosan kebijakan baru. Terkait dengan masih meruginya operator kapal, maka operator kapal mengusulkan agar Pemprov Jatim memberikan bantuan subsidi melalui penyertaan public service obligation (PSO).

Dan PSO tersebut formulanya bisa bermacam-macam, antara lain, PSO penumpang kapal berupa kendaraan R4 golongan VI beserta penumpangnya. Artinya Pemprov Jatim membeli seat kapal penyeberangan Ujung-Kamal yang tidak terisi atau terjual yang terdiri dari sejumlah kendaraan R4 golongan VI beserta penumpangnya. Dan PSO armada kapal. Artinya Pemprov Jatim menanggung operasional cost kapal penyeberangan Ujung-Kamal sampai pada tahap BEP.

Kelebihan dan kekurangan keduanya adalah jika yang pertama Pemprov Jatim akan kesulitan menghitungnya dan ada kemungkinan kurang tepat sasaran. Di samping itu pengeluaran dana akan lebih tinggi dan jumlahnya tidak tentu dari waktu ke waktu karena bergantung dari fluktuasi jumlah penumpang kapal. Jika penumpang kapal banyak, maka dana PSO-nya kecil, begitu sebaliknya.

Sementara yang kedua Pemprov Jatim akan lebih pasti mengeluarkan jumlah dana PSO, karena operasional cost kendaraan bisa diketahui dengan mudah dari fixed cost (biaya tetap) dan average cost (biaya tidak tetap) yang relatif mudah dikontrol dan diprediksikan serta lebih tepat sasaran. Formula kedua akan lebih menguntungkan dan meringankan bagi Pemprov Jatim.

Hanya mungkin karena Gubernur Jatim, Soekarwo yang berlatar pendidikan hukum, lebih berhati-hati dalam mengeluarkan sebuah kebijakan. Apakah kebijakan pemberian subsidi PSO yang pro rakyat ini nantinya tidak berimplikasi secara hukum di kemudian harinya. Untuk itulah, pemberian subsidi melalui PSO ini perlu dikaji secara mendalam oleh pihak-pihak terkait. Mana yang lebih menguntungkan dan tidak bermasalah di kemudian hari.

Termasuk dalam operasional pemberian PSO nantinya perlu dilakukan audit yang benar-benar independen agar nantinya, pemberian PSO itu benar-benar untuk kepentingan rakyat sesuai janjinya dulu waktu kampanye, yaitu APBD untuk rakyat. Sehingga tidak ada unsur pemihakan dalam pemberian PSO ini. Baik kepada pemerintah maupun kepada operator kapal penyeberangan dan juga untuk menghindari manipulasi yang berakibat pada tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

Pembagian Trayek

Selain PSO ada solusi lain, yaitu pembagian trayek untuk angkutan penumpang bus yang akan menyeberang ke Pulau Madura dari Surabaya begitu sebaliknya. Pembagian trayek itu adalah mewajibkan angkutan penumpang bus ekonomi melalui jalur penyeberangan Ujung-Kamal. Sementara untuk angkutan penumpang bus non-ekonomi harus melalui Tol Suramadu.

Pembagian ini sesuai dengan karakteristik masing-masing prasarana angkutan darat itu, yaitu Tol Suramadu identik dengan angkutan rakyat kelas menengah ke atas (non-ekonomi). Sementara angkutan penyeberangan Ujung-Kamal identik dengan angkutan rakyat kelas menengah ke bawah (ekonomi).

Pertimbangan lain adalah jumlah armada dan volume bus ekonomi lebih banyak daripada bus non-ekonomi. Selain itu, bus ekonomi yang melewati Ujung-Kamal akan lebih banyak mengangkut penumpang di sepanjang jalan menuju Dermaga Ujung-Kamal. Jika kebijakan ini dilakukan, maka kenaikan volume kendaraan R4 golongan VI sebesar 200 persen bisa tercapai, sehingga PSO untuk operator kapal penyeberangan Ujung-Kapal tidak diperlukan.

Toh, fungsi jembatan penyeberangan Ujung-Kamal dan Tol Suramadu sama. Masing-masing berfungsi sebagai jalan untuk mengantarkan atau mendistribusikan barang, jasa, dan orang dari tempat asal menuju tujuan dengan tidak saling mematikan.

Priyambodo
Peneliti Bidang Manajemen Transportasi pada Balitbang Pemprov Jatim Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Parade Kesenian Madura dalam Peringatan 1 Tahun Suramadu

HUT Suramadu/Zainal
Bangkalan - Suasana Jembatan Suramadu sisi Madura berbeda dengan biasanya. Sayup-sayup alunan musik daul saling bersuatan. Tidak hanya itu, kondisi lalu lintas juga padat akibat adanya parade Sapi Sono.

Alunan musik daul dan Sapi Sono merupakan pembuka peringatan 1 Tahun Jembatan Suramadu yang digelar di sisi Madura.

Alunan 4 kelompok Musik Daul dan arak-arakan Sapi Sono membuat daya tarik tersendiri bagi para pengguna jalan yang melintas sehingga maupun yang melepas letih di bahu jalan.

"Kita sengaja siapkan 4 kelompok Musik Daul dan 1 Sapi Daul serta happening art yang kita beri tema Larung Suramadu untuk memperingati 1 Tahun Jembatan Suramadu," kata Ketua Panitia Sugiri Sancoko kepada detiksurabaya.com di sela-sela acara, Kamis (10/6/2010).

Selain musik daul dan sapi sono, panitia juga menyiapkan serangkaian acara diantaranya, Daul Shalawat, Hadrah Labang. "Sengaja kita menampilkan berbagai kesenian khas Madura untuk menunjukkan kepada masyarakat jika Madura juga mempunyai budaya yang layak serta mampu bersaing dengan budaya lainnya," ungkapnya

Sementara, Ketua Ikatan Daul Madura, Sundari Hasan berharap agar ajang serupa bisa digelar secara berkelanjutan yang bertujuan untuk mengangkat dan lebih dikenal lagi budaya Pulau Madura. Zainal Effendi - detikSurabaya Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer

Jutaan unit kendaraan melintasi Suramadu!

Volume kendaraan yang melintas di jembatan Surabaya-Madura sejak diresmikan pada 10 Juni 2009 hingga Mei 2010 mencapai 18,4 juta unit kendaraan yang terbagi 7,4 juta unit kendaraan roda dua dan 11 juta kendaraan roda empat.

Volume rata-rata harian jembatan antar pulau terpanjang di Indonesia itu mencapai 30.000 unit kendaraan, terdiri atas 20.000 unit roda dua dan 10.000 unit kendaraan roda empat.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menegaskan infrastruktur Suramadu mesti dirawat secara professional karena secara fisik bangunan itu ditaksir akan berumur sekitar 100 tahun. “Jembatan Suramadu mesti dirawat atau di preservasi, sehingga demi kebutuhan itu pemerintah telah membentuk Tim Pengelola Preservasi Suramadu agar infrastruktur yang menelan dana Rp4,2 triliun itu dapat berumur lebih dari 100 tahun,” ujar Dardak disela-sela perayaan satu tahun jembatan Suramadu di kantor Balai Besar pelaksanaan Jalan Nasional V Kementrian PU, Sidoarjo, hari ini.

Wamen PU menerangkan hingga kini kendaraan yang melintas jembatan sepanjang 5,4 km menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura itu hingga Mei 2010 lalu tercatat 18,4 juta unit kendaraan “Komposisinya 67% kendaraan roda dua dan 33% kendaraan roda empat. Khusus untuk volume kendaraan harian tercatat rata-rata 30.000 unit dengan 20.000 unit roda dua dan 10.000 unit kendaraan roda empat.”

Dardak menerangkan Tim Preservasi Suramadu itu diharapkan dapat bertugas melakukan pengelolan terhadap Structural Health Monitoring System (SHMS) yang sudah terpasang. ”Dalam kurun waktu tertentu, jembatan akan mengalami penurunan kemampuan atau degradasi terutama pada kondisi struktur yang disebabkan gempa, getaran, beban berulang, tumbukan, overloading dan lingkungan. Tim preservasi diharapkan dapat mengelola infrastruktur dengan menggunakan teknologi yang telah ada.”

Lebih jauh Dardak menegaskan karena sebagian besar struktur jembatan adalah terdiri dari konstruksi baja, seperti Steel box girder dan Cabel stayed pada Main Span (bentang tengah). ”Maka tiang pancang pada Causeway perlu pengawasan terhadap proteksi korosi jembatan dan dilaksanakan secara kontinyu. Dengan komponen tersebut, SHMS mutlak dibutuhkan untuk Jembatan Suramadu karena memiliki panjang bentang lebih dari 300 meter.”

Dalam perayaan satu tahun Suramadu itu juga diadakan seminar terkait SHMS untuk menunjang proses preservasi jembatan itu. Selengkapnya...


Free Template Blogger collection template Hot Deals kerapansapi SEO theproperty-developer